Lyrik (8): Syntagma und Zäsur

A. Syntagma

Sintagma berasal dari bahasa Yunani yang berarti meletakkan bersama-sama di dalam kalimat. Dalam hal ini meletakkan dua kata yang saling berhubungan satu sama lain di dalam sebuah kalimat.

Menurut Ferdinand de Saussure terdapat 2  jenis dari hubungan antara elemen sistem bahasa. Selanjutnya semua berada di dalam kategori yang pasti.

Contohnya : sebuah kalimat yang menjadi penanda hubungan tata kalimat dengan yang lain.

Sintagma dapat juga disebut hubungan sistematis antara isi dengan bagian yang membedakan posisi di dalam penyusunannya.

Contoh :

(1) Dalam suatu kalimat terdapat ich dan bin yang saling berhubungan dalam tata kalimat. Artinya ich tidak dapat dipasangkan dengan bist.

(2) Studenten trinken gerne Bier. Hubungan tata kalimat yang terdapat di dalam kalimat tersebut adalah contohnya dalam kasus Genus dan Nomerus. Jadi kata kerja trinken berpengaruh terhadap Studenten, karena itu harus diperhatikan bentuk pluralnya, kalau tidak kalimat tersebut tidak sesuai dengan aturan tata bahasa.

B. Zäsur

Zӓsur berasal dari bahasa Latin “Schnitt” yang pada umumnya berarti potongan, atau dalam karya sastra dapat berarti penggalan atau pemenggalan. Jadi, Zӓsur merupakan pemenggalan atau waktu istirahat sejenak (jeda) pada saat membaca sebuah puisi.

Zӓsur seringkali ada, namun Zӓsur tidak selalu ada di dalam setiap puisi. Sebagai penandanya, biasanya pemenggalannya ditandai dengan tanda baca seperti koma(,), titik (.), titik koma (;), dan garis miring (/).

Contoh Zӓsur dapat dilihat dari karya Andreas Gryphius yang berjudul Alexandriner dari Es ist alles eitel (1637) berikut ini:

Du siehst, wohin du siehst, | nur Eitelkeit auf Erden.

Was dieser heute baut, | reißt jener morgen ein,

Wo itzund Städte stehn, | wird eine Wiese sein,

Auf der ein Schäfers Kind, | wird spielen mit den Herden.

Terdapat 3 jenis Zӓsur, yaitu:

  1. Die Trithemimeres  : Pemenggalan atau jeda yang terdapat setelah Halbversfuβ yang ketiga.

Contoh: Du siehst, wohin du siehst, | nur Eitelkeit auf Erden.

                           x      ‘x    |  x   ‘x | x    ‘x      |

  1. Die Penthemimeres : Pemenggalan atau jeda yang terdapat setelah Halbversfuβ yang kelima.

Contoh : Aus Brand und Glut erhebt das Volk sieghaft, sein lang zertreten Haupt!

     x      ‘x    |  x      ‘x  | x ‘x  |  x      ‘x   |  x   ‘x   | x     ‘x  |

  1. Die Hephthemimeres     : Pemenggalan atau jeda yang terdapat setelah Halbversfuβ yang ketujuh.

Contoh : Mit einem Dach und seinem Schatten dreht sich eine kleine Weile,

x   ‘ x |  x    x   |  x   x |  x     ‘ |  x    |   x   x|x   ‘x|x       ‘x|x

der Bestand von bunten Pferden, alle aus dem Land, das lange zӧgert, eh es untergeht.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s