Lyrik (5): Strophenformen

Strophenformen

Strophenformen dapat juga diartikan sebagai bentuk bait. Bait merupakan bagian dari sebuah puisi. Menurut Altenberd, bait adalah satuan baris yang timbul secara berturut-turut serta saling berkait dengan kerangka persajakan.

Bentuk bait dalam puisi lama, misalnya pantun dan syair berbeda dengan bentuk bait pada puisi modern. Oleh karena itu kita mengenal bentuk bait yang terdiri dari dua baris, tiga baris, bahkan smapi dengan delapan baris. Bentuk tersebut ditentukan oleh norma yang berlaku pada waktu penciptaan puisi. Dewasa ini bentuk bait cenderung pada bentuk bebas dan tampaknya pembuataan bait tergantung pada si pengarang. Dengan demikin kita dapat mengatakan bahwa bentuk bait puis lama ditentukan oleh konvensi atau norma pada waktu itu. Sedangkan bentuk bait puisi modern tergantung pada si pengarang.

Berdasarkan jumlah larik puisi di bedakan atas:

  1. Distikon

Bentuk bait yang mengandung dua baris dalam satu rangkap.

Contoh:

Wir spielen neben euch

Wir möchten mit euch spielen

 

Wir freun uns neben euch

Wir möchten uns mit euch freuen

 

Wir weinen neben euch

Wir möchten mit euch weinen

 

Wir warten neben euch

Wir möchten mit euch warten

 

Wir wohnen neben euch

Wir möchten mit euch wohnen

 

Wir sind unsicher neben euch

Wir möchten mit euch sicher sein

 

Ihr lebt neben uns

Wir möchten mit euch leben (Peter Härtling)

 

2.  Terzina

Bentuk bait yang mengandung 3 baris dalam satu rangkap.

Contoh:

Im ernsten Beinhaus war’s:

Im ernsten Beinhaus war’s, wo ich beschaute

Wie Schädel Schädeln angeordnet paßten;

Die alte Zeit gedacht’ ich, die ergraute.

 

Sie stehn in Reih’ geklemmt’ die sonst sich haßten,

Und derbe Knochen, die sich tödlich schlugen,

Sie liegen kreuzweis, zahm allhier zu rasten.

 

Entrenkte Schulterblätter! was sie trugen

Fragt niemand mehr, und zierlich tät’ge Glieder,

Die Hand, der Fuß, zerstreut aus Lebensfugen.

 

3.  Quartain

Bentuk bait yang mengandung empat baris dalam satu rangkap.

Contoh:

(…)

Im wunderschönen Monat Mai

Als alle knospen sprangen

Da ist in meinem Herzen

Die Liebe aufgegangen

(…)

 

4.  Cinquain

Bentuk bait yang mengandung lima baris dalam satu rangkap.

Contoh:

(…)

Wer jetst kein Haus hat, baut sich keines mehr,

Wer jetst allein ist, wird es langgen bleiben,

Wir warchen, lesen, langen Briefe schreiben

Und wird in den Alleen hin und her

Unruhig wardern, wenn die treiben.

(…)

5.  Sekstet

Bentuk bait yang mengandung enam baris dalam satu rangkap.

Contoh:

(…)

Mein Aug steigt hinab zum Geschlecht der Geliebten:
wir sehen uns an,
wir sagen uns Dunkles,
wir lieben einander wie Mohn und Gedächtnis,
wir schlafen wie Wein in den Muscheln,
wie das Meer im Blutstrahl des Mondes.

(…)

 

6.  Septain

Bentuk bait yang mengandung tujuh baris dalam satu rangkap.

Contoh:

(…)

Wir stehen umschlungen im Fenster,

sie sehen uns zu von der Straße:
es ist Zeit, daß man weiß!
Es ist Zeit, daß der Stein sich zu blühen bequemt,
daß der Unrast ein Herz schlägt.
Es ist Zeit, daß es Zeit wird.

Das ist Zeit.

(…)

 

7.  Oktaf

Bentuk bait yang mengandung delapan baris.

Contoh:

(…)

Heute, nur heute

Bin ich so schön;

Morgrn, ach morgen

Muβ alles vergehn!

Nur diese Stunde

Bist du noch mein;

Sterben, ach sterben

Soll ich allein

(…)

 

8.  Sonett

Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance.

Ciri-ciri Soneta :

  • Terdiri atas 14 baris
  • Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina
  • Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
  • Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.
  • Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam
  • Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.
  • Peralihan dari octav ke sextet disebut volta
  • Penambahan baris pada soneta disebut koda.
  • Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata
  • Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d

    Contoh :
    Gembala
    Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
    Melihat anak berelagu dendang ( b )
    Seorang saja di tengah padang ( b )
    Tiada berbaju buka kepala ( a )
    Beginilah nasib anak gembala ( a )
    Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
    Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
    Pulang ke rumah di senja kala ( a )
    Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
    Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
    Melagukan alam nan molek permai ( a )
    Wahai gembala di segara hijau ( c )
    Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
    Maulah aku menurutkan dikau ( c )
    (Muhammad Yamin)

Fungsi Soneta:
Pada masa lahirnya, Soneta dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati.
Kini tidak terbatas pada curahan hati semata-mata, melainkan perasaan-perasaan yang lebih luas seperti :

  • Pernyataan rindu pada tanah air
  • Pergerakan kemajuan kebudayaan
  • Ilham sukma
  • Perasaan keagamaan

Faktor-faktor Soneta digemari oleh para Pujangga Baru antara lain :

  • Adanya penyesuaian dengan bentuk pantun ; yakni Octav dalam Soneta yang bersifat obyektif itu hampir sejalan dengan sampiran pada pantun.
  • Sedangkan sextet Soneta yang sifatnya subyektif itu merupakan isi pantun.
  • Baris-baris Soneta yang berjumlah 14 buah itu cukup untuk menyatakan perasaan atau curahan hati penyairnya.
  • Soneta dapat dipakai untuk menyatakan beraneka ragam perasaan atau curahan hati penyairnya.

Persamaan Soneta dan Pantun

Pantun dan Soneta sama-sama mempunyai sampiran atau pengantar dan isi atau kesimpulan.

Perbedaan Soneta dan Pantun

  • Soneta puisi asli Italia, Pantun puisi asli Melayu
  • Satu bait Soneta terdiri terdiri dari 14 baris, satu bait Pantun terdiri atas 4 baris
  • Soneta berima bebas, pantun berima a-b-a-b

Berdasarkan isinya puisi dibedakan atas   elegi, epigram, balada, romans, ode, himne, dan satire.

1.  Elegie

Merupaka sebuah syair atau nyanyian yg mengandung ratapan dan ungkapan duka cita. Bentuk puisi baru yang berisi kesedihan, suara sukma yang meratap, batin yang mengeluh, serta tangisan hati.

Contoh:

SESUDAH KREMASI
sesudah kremasi itu, aku mencintaimu dengan cara berbeda
tak ada lagi rindu atau cemas menunggu dering telponmu
tak ada lagi senyum sehabis membaca emailmu yang lucu

seperti telah kita takutkan sejak lama, jari-jari waktu itu
akan melepaskan pegangannya dari gelas mimpi kita
yang tak pernah kosong berisi airmata dukacita

di sini, aku masih betah menghayati metafora lama
tentang daun yang bertahan pada dahan
saat angin bertiup kencang

apakah kehijauan selalu gagal
melewati musim yang kerontang ?

sesudah kremasi itu, jalanan padat dan macet
dari krematorium ke rumahmu terasa sepi
tanpa kau mengobrol di sampingku

jika mau, sekarang ini kau pasti dapat
melihat kekosongan
dalam jiwaku.

( Denpasar Ashram, 30072009. 23.45)

2.  Epigramm

Merupakan sebuah syair atau ungkapan pendek yg mengandung gagasan atau peristiwa yg diakhiri dng pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran. Dapat pula kita kenal sebagai peribahasa yg padat dan penuh kearifan dan sering mengandung paradoks. Bentuk puisi baru yang isinya mengandung semangat yang ditujukan kepada generasi muda.

Contoh:

Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)

3.  Balada : bentuk puisi baru yang isinya berupa cerita dan kisah perjalanan hidup seseorang.

4.  Romans :bentuk puisi baru yang isinya merupakan luapan perasaan kasih sayang, cinta terhadap sesama.

5.   Ode :bentuk puisi baru yang isinya berupa senjungan kepada pahlawan. Bentuk puisi ini juga dikatakan puisi kepahlawanan.

6.  Himne :bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan terhadap Tuhan.

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

7.  Satire : Bentuk puisi baru yang berisi sindiran.

Contoh:

Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi

di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s