Was ist Literatur

Was ist Literatur?

Kata Literatur berasal dari bahasa latin dan berarti penting seperti Sprachkunst (seni bahasa) atau Schrift (tulisan). Bahasa latin: litera = Buchstaben. Saat ini kita menandainya dengan arti segala jenis teks yang dibedakan melalui aturan tanda dan tulisan.

Literaturkritik

Beschäftigt sich mit der Literatur des schöngeistigen Bereichs (die geistige und formale Auseinandersetzung ist mit Sprache gefordert). Diskusi formal dan yang serius ditentukan dengan bahasa.

Di dalam Kritik sastra pembaca akan menilai, menginterpretasi, dan membandingkan dalam diskusi dengan karya-karya literatur mengenai die Stile (gaya), Gattungen (jenis), dan Epochen (masa / periodisasi sastra)

Di Jerman kritik sastra terutama muncul di Feuilettons (halaman kebudayaan) surat kabar besar dan majalah. Kritikus sastra terutama yang terkenal adalah Marcel Reich-Ranicki dan Hellmuth Karasek.

Die Literaturwissenschaft

Dalam bidang akademik kata tersebut berkaitan dengan penyelesaian/pengerjaan karya sastra secara ilmiah. Bidang-bidang ilmu seperti Germanistik, Romanistik bertujuan secara khusus untuk sastra dunia (Weltliteratur).

Die Literaturgeschichte

Untersucht Literatur, indem sie die historischen Entwicklungen von Nationalliteraturen oder der Weltliteratur bezüglich einzelner Epochen, Gattungen, Stoffe, und Motive aufgezeigt.

Meneliti kesusastraan yang membahas di dalamnya perkembangan sejarah karya-karya nasional atau sastra dunia yang terkait dengan periodisasi masing-masing, ragam sastra, materi atau karya, motif.

Die Literaturtheorie

Dengan teori sastra pengarang ingin memberikan arah yang bermacam-macam pada karyanya terhadap kreatifitas penciptaan yang secara ilmiah dapat dimengerti.

Ruang lingkup sastra adalah kreatifitas penciptaan, sedangkan ruang lingkup studi sastra adalah ilmu dengan sastra sebagai objeknya. Pertanggungjawaban sastra adalah estetika, sedangkan studi sastra adalah logika ilmiah.

Kreatifitas penciptaan puisi, drama, novel, cerpen. Kritik sastra juga merupakan kreatifitas dalam menanggapi karya sastra dan masalah kreatifitas penciptaan lain dari sastra, maka kritik sastra dalam bentuk esai tidak lain adalah sastra juga. Kritik sastra yang benar adalah yang berlandaskan logika yang dapat dipertanggungjawabkan.

Teks dan Konteks

Sastra pasti ditulis dalam bentuk teks, dan karena itu ada teks karya sastra, teks kritik sastra, dan teks teori sastra. Semua dinamakan teks sastra atau cukup teks saja. Titik berat sastra adalah karya sastra, maka titik berat teks sastra atau teks adalah karya sastra , dan bukan yang lain-lain. Teks adalah sastra, khususnya karya sastra, dan konteks adalah dunia di luar teks itu sendiri, misalnya biografi pengarang dan situasi serta kondisi masyarakat. Kehadiran teks dan konteks disebabkan oleh paradigma bahwa sastra tidak lain adalah cerminan realita.

Gejala sastra dilihat dari segi hubungan pengarang-teks, kenyataan – teks, dan teks – pembaca.

Beberapa faktor yang menyebabkan suatu teks disebut sastra oleh pembaca, terutama pembaca dengan minat ilmu sastra.

1)      Dalam sastra ada penanganan bahan yang khusus. Misalnya paralelisme, kiasan, penggunaan bahasa yang tidak gramatikal, sudut pandang yang bermacam-macam. Kemampuan pengamatan atas penggunaan bahasa yang khusus bergantung pada pengetahuan bahasa serta pengalaman sastra si pembaca. Hal yang sama berlaku bagi pengamatan atas cara penggarapan lainnya.

2)      Kebanyakan teks sastra ditandai oleh fiksionalitas atau rekaan. Teks sastra ada juga yang bukan rekaan.

3)      Dengan mengungkapkan yang khusus, sastra dapat memberi wawasan yang lebih umum tentang masalah manusiawi, sosial, ataupun intelektual.

4)      Pembaca dimungkinkan menginterpretasikan sebagian dari teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri. Teks sastra mencakup banyak hal implisit, mempunyai banyak ”tempat terbuka”, dan dapat dibaca pada berbagai tataran.

5)      Teks sastra kebanyakan tidak disusun khusus untuk tujuan komunikasi langsung atau praktis. Menurut jenis teks, sastra dapat berfungsi memberi kesantaian atau kesenangan. Sifat kesenangan bisa bermacam-macam, ada yang pelepasan ketegangan (justru dengan ketegangan), ada yang mendapat kenikmatan estetis yang aktif, yaitu apresiasi teks karena didapat kesenangan dalam mengikuti likaliku dan kesemuan dalam teks. Terjadi pula identifikasi, yaitu pelibatan pribadi dengan apa yang dikisahkan.  Fungsi lain adalah ”manfaat” yang diperoleh secara tidak langsung.

Literarische Gattungen

Tiga genre Literatur: Lyrik, Epik, Dramatik

Welche Formen des lyrischen Gedichts gehören zur Lyrik?

Lied, Ode, Hymne, Elegie, Epigramm, Sonett, Madrigal

Welche Formen der erzählende Dichtung gehören zur Epik?

Prosa:   Saga, Roman (Grossformen)

Novelle, Erzählung, Anekdote, Kurzgeschichte, Parabel, Märchen, Sage, Legende, Rätsel, Witz, Fabel, Prosaschwank, Kalendergeschichte (Kurzformen).

Welche Formen gehören zur Dramatik?

Tragödie, Komödie, Tragikkomödie, Volksschwank, Monodrama, absurdes Theater.

Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s