Lyrik (2): Metrum

Metrum

Metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dalam setiap baris atau pergantian naik turun suara secara teratur, dengan pembagian suku kata yang ditentukan oleh golongan sintaksis.

Dalam istilah kuno Versfuβ/Metrum berasal dari (Lat.’pes’) mengacu pada satuan struktur Vers, ruang lingkup dari suku kata panjang dan suku kata pendek. Dalam bentuk terpendek dari Versfuβ yang terdiri dari panjang dan pendek suku kata, tetapi ada juga yang memiliki tiga Versmaβ, (Wikipedia, 15 Pebruari 2011)

Dalam bahasa Jerman, Metrum mengacu kepada apakah suku kata itu ditekan atau tidak dalam pelafalanya. Dalam setiap bahasa Metrum berbeda-beda, hal ini tergantung pada Sprachgefül yang dimiliki setiap bahasa. Jadi sulit bagi kita sebagai orang pembelajar bahasa Jerman untuk menganalisis Metrum yang ada pada Lyrik Lyrik  Jerman.

Kesimpulannya Metrum adalah sebuah istilah dalam ilmu kesusastraan yang mendeskripsikan pola bahasa dalam sebuah baris Lyrik . Metrum juga bisa didefinisikan sebagai satuan irama yang ditentukan oleh jumlah dan tekanan suku kata dalam setiap baris Lyrik . Kaidah Metrum berbeda-beda antara bahasa dan tradisi. Pada perkembangannya Metrum tidak hanya didasarkan pada panjang dan pendeknya suku kata tetapi ditekan atau tidaknya suatu kata, Pada zaman kuno pembagian Metrum berdasarkan panjang dan pendeknya suku kata.

Metrum memiliki beberapa Jenis, yaitu :

Antike Bezeichnung

Plural

Kurzzeichen

Kennzeichen

Beispiel

Jambus

Jamben

x ‘x

 

unbetont, betont

Verbot

Trochäus

Trochäen

‘x x

betont, unbetont

Abend

Anapäst

Anapäste

x x ‘x

unbetont, unbetont, betont

Paradies

Daktylus

Daktylen

‘x x x

betont, unbetont, unbetont

Enterich

Gedichte von Friedrich Schiller

( 1759 bis 1805 )

Das Siegesfest

 

|‘x  x|    ‘x   x| ‘x    x|‘x    x

Priams Feste war gesunken,                            (a)

| ‘x  x|‘x   x|     ‘x     x|      ‘x
Troja lag in Schutt und Staub,              (b)

|‘x      x|    ‘x     x|  ‘x   x| ‘x     x

Und die Griechen siegestrunken,                      (a)

|  ‘x     x|‘x  x|  ‘x    x|     ‘x
Reichbeladen mit dem Raub,                           (b)

|‘x  x|   ‘x    x|  ‘x   x|     ‘x   x
Saßen auf den hohen Schiffen              (a)

| ‘x        x|  ‘x   x|  ‘x  x|     ‘x
Längs des Hellespontos Strand,                       (c)

|‘x     x|   ‘x  x|  ‘x        x| ‘x   x
Auf der frohen Fahrt begriffen              (a)

| ‘x      x|        ‘x  x|     ‘x     x| ‘x
Nach dem schönen Griechenland.                    (c)

| ‘x      x| ‘x   x|  ‘x    x|   ‘x   x
Stimmet an die frohen Lieder!              (d)

| ‘x        x|  ‘x  x|‘x   x|    ‘x
Denn dem väterlichen Herd                             (e)

| ‘x    x|     ‘x    x|‘x  x| ‘x
Sind die Schiffe zugekehrt,                               (e)

|‘x     x|    ‘x   x|  ‘x     x|   ‘x   x
Und zur Heimat geht es wieder.                       (d)

…………………

Kadenz adalah jenis dari akhir Silbe yang ada pada setiap Vers. Kadenz dibagi menjadi dua yaitu männliche Kadenz dan weibliche Kadenz. Jika terdapat tekanan pada Silbe akhir Vers, makasilbe itu di sebut dengan  männliche Kadenz. Jika tidak terdapat tekanan pada Silbe akhir Vers, makasilbe itu di sebut dengan  weibliche Kadenz

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s